Njai Dasima: Tragedi Cinta dan Bujukan Berbalut Agama
Njai Dasima
Cerita Nyai Dasima menyimpan sentimen rezim penjajah hingga dilema soal agama. Kisah yang begitu melegenda di Jakarta sejak bernama Batavia.
Pada tahun 1813, hidup Edward William (Tuan William) dan Nyai Dasima di Curuk, Tanggerang. Dasima sendiri adalah seorang pribumi dari Kampung Kuripan. Lokasi rumah Tuan William dan Nyai Dasima ada di Gambir dekat Kali Ciliwung. Disitu, mereka hidup bahagia dan dikaruniai seorang anak peranakan Indo bernama Nancy. Kebutuhan Nyai Dasima selalu dicukupi oleh Tuan William, seluruh gaji dari Tuan William diserahkan pada Nyai Dasima untuk dikelolanya. Penampilan Nyai Dasima selalu memesonakan para warga pribumi.
Nyai Dasima menjadi terkenal di kampung kampung pribumi Batavia. Dia dikenal sebagai perempuan pribumi beragama Islam nan kaya raya yang menjadi gundik (istri piaraan yang tidak sah) dari pria kulit putih Nasrani. Kemasyhuran mengenai Nyai Dasima sampai ke telinga pria beristri yang bernama Samiun. Samiun sudah beristri yang bernama Hayati, walaupun begitu ia tetap ingin memperistri Nyai Dasima sebagai istri keduanya.
Untuk bisa memperistri Nyai Dasima ia menyuruh seorang perempuan tua bernama Mak Buyung untuk menghasut Nyai Dasima agar mau meninggalkan Tuan William dan hidup sesuai ajaran agamanya sendiri. Lalu Mak Buyung pun pergi ke rumah Tuan William untuk melamar menjadi pembantu dan diterima olehnya. Lalu Mak Buyung pun merencanakan aksi nya untuk menghasut Nyai Dasima. Nyai Dasima tentu terpengaruh dan pergi meninggalkan Tuan William serta anak nya Nancy. Dia tak mempedulikan rengekan Nancy dan pergi ke rumah Samiun.
Singkat cerita Samiun dan Dasima pun menikah, otomatis Dasima menjadi istri kedua Samiun. Kehidupan Dasima berubah 180 derajat, ia diperlakukan bak pembantu oleh istri pertama Samiun dan Ibunya yang bernama Soleha. Mendapatkan perlakuan seperti itu Dasima tentu menyesal dan mau bercerai dengan Samiun. Lantas ia pun berkata "Maka itu saya ingin bercerai saja dan kembali ke rumah orang tua saya di karipun." Mendengar hal itu Samiun pun marah dan berkata bahwa seluruh harta kepunyaannya Dasima harus di berikan kepada Samiun dan hanya bisa membawa baju yang sedang melekat padanya saja. Mengetahui hal itu Dasima pun menyesal dan berkata bahwa ia akan meminta tolong pada mantan belahan jiwanya yaitu Tuan William. Samiun menjadi takit dan merencanakan pembunuhan Dasima.
Lalu dia merencanakan untuk membunuh Dasima dengan rencana membujuk Dasima untuk mendengar ceramah Amir Hamzah
Dan akhirnya pada malam di hari tersebut Nyai Dasima pun dibunuh di belakang rumah warga, untungnya anak dari warga tersebut melihat nya dan melaporkan hal tersebut pada polisi, sehingga pelaku pembunuhan Nyai Dasima dapat di penjara dan di hukum dengan hukuman setimpal.
Tata letaknya menurut saya lumayan bagus tetapi sayangnya tidak ditambahkan gambar. Di dalam teksnya saya menemukan ada sedikit typo,tapi dari keseluruhan sudah lumayan rapi. Isinya bagi saya menarik karena menceritakan tragedi cinta. Seperti yang saya bilang sebelumnya sayangnya tidak ada ditambahkan gambar,yang membuat sedikit membosankan bagi saya.
BalasHapus(komentar dari Brigitta-8F)
Adriana : 1. Teks nya sudah pas dan setiap jarak rapi, namun lebih baik jika ada gambar ya.. Dan juga jarak dari paragraf pertama ke paragraf ke 2 terlalu jauh.
BalasHapus2. Setiap paragraf sudah rapi dan fontnya pas semua dan juga tidak ada kejanggalan yang ditemukan.
3. Isi konten juga menarik dan berguna bagi pembaca artikel sejarah dan tragedi yang terjadi di masa lalu. Dan LEBIH menarik lagi jika ada gambarnya.
4. Gambar tidak tersedia.